Saya seorang Ibu yang juga seorang pekerja kantoran. Mengingat tempat tinggal dan lokasi kantor cukup jauh, lebih dari setengah hari waktu saya di luar rumah. Setibanya di rumah, sesegera mungkin saya membersihkan diri dan menyempatkan makan malam. Mengingat hanya sedikit waktu lagi yang tersisa untuk Rafael (anak laki-laki saya yang saat ini berusia 2.5 tahun). Apabila terlambat sedikit, saya akan kehilangan kesempatan itu karena Rafael sudah terlelap. Saya sempat berpikir jika kualitas pertemuan adalah yang paling penting jika dibandingkan dengan kuantitas. Sehingga dengan menemani Raf seharian pada saat weekend, bisa cukup menggatikan waktu yang sudah hilang ketika saya tidak di rumah. Tapi ternyata hal tersebut tidak serta merta membuat hubungan sata dengan Raf lebih dekat. Sekarang setiap ada kesempatan sekecil apapun dengan Rafael, saya usahakan untuk dimaksimalkan. Meskipun setibanya di rumah fisik sudah lelah, saya tetap semangat untuk menikmati kebersamaan dengan Rafael. Apalagi disambut dengan wajah Rafael yang sumringah dan 1/2 berteriak "Hai Mama, sudah pulang ya?" Lelah langsung hilang.. Memang tidak banyak aktifitas yang dilakukan, mengingat sudah mendekati waktunya Rafael untuk tidur. Tetapi aktifitas bersama seperti membacakan buku atau berdoa bersama sebelum tidur akan sangat berarti untuk saya dan anak. Ternyata kuantitas tetap yang terpenting untuk keluarga. Dengan hubungan/ikatan yang terbentuk dari seringnya bertemu, komunikasi saya dan anak lebih terbuka... Rafael tidak lagi melihat saya sebagai figur seorang Mama yang hanya menemani setiap weekend...tapi jauh lebih berarti dari pada itu. Dan saya sangat sadar bahwa waktu orang tua khususnya seorang Ibu untuk anak memang mutlak adanya. ~ Love you so much Raf ~
Tweet


No comments:
Post a Comment
Your comment: