Tuesday, February 01, 2011

28 Januari 2011 - Lepas Dari Dot

Best Blogger Tips

 
Jumat, 28 January 2011. Salah satu hari sukses buat saya dan suami, karena terhitung pada tanggal tersebut Rafael mulai lepas total dari Botol Susu alias "Dot". Tadinya sempat ragu juga rencana ini akan berhasil, karena melihat Raf yang setiap harinya sangat "nyaman" menggunakan botol. Tapi kalau tidak sekarang, kapan lagi? Selain baca-baca artikel di internet sebagai referensi saya juga konsultasi dengan adik saya yang sudah lebih dulu sukses melepas penggunaan botol susu dari anaknya. Dan menurut saya sangat sukses, karena dia berhasil ketika anaknya berusia 1 tahun (Thank you Sist http://elgabenedicta.blogspot.com). Akhirnya saya coba tips dari adik saya, dengan cara memberi semangat kepada anak secara verbal dan visual. Verbal dengan mengatakan "Raf sudah besar, kalau sudah besar minum pakai gelas", botol susu untuk "baby". Secara Visual kebetulan banyak juga iklan susu di tv yang menunjukkan si anak minum susu dari gelas. Jadi si anak tambah semangat karena ada contohnya. Raf langsung bilang "Look mama, the same". Terkadang "kenyamanan" orang tua memang harus dikorbankan, contoh susu/air dari gelas tumpah. Sedikit-sedikit harus ngepel, tapi itu semua tidak sebanding dengan keberhasilan anak mencapai satu tingkat yang lebih tinggi dalam perkembangannya. Selain cara-cara di atas, komitmen dari orang tua yang paling penting. Saya sangat bersyukur karena suami selalu mendukung penuh setiap "parenting activity" yang kami lakukan. Alhasil, proses Raf lepas dari botol susu pun berjalan lancar. Dari hari pertama (28 Jan 2011) sampai hari ini, Raf hanya mau minum susu di gelas. ~ Happy Parenting ~

Sunday, January 16, 2011

Ketika Si Kecil Mulai Bicara

Best Blogger Tips


Setiap hari ada saja kata-kata baru yang keluar dari mulut si kecil, "Mama, nasinya kebanyakan"..."Mama, nanti kita jalan-jalan lagi ya ke rumah Eyang"...Sudah cukup banyak perbendaharaan kata yang dimiliki Rafael. Bahasa yang saya terapkan dirumah ada 2(dua) yakni Indonesia dan Inggris. Dan untuk bahasa Indonesia, saya dan suami selalu berusaha untuk mengucapkan bahasa Indonesia yang umum (baca: bukan bahasa gaul atau sebangsanya).Termasuk ketika sedang menegur/mengingatkan Rafael, dengan maksud supaya si anak sudah memiliki dasar untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari Rafael baru lahir saya dan suami sudah aktif mengajak Rafael berbicara. Juga ketika Rafael sempat diasuh oleh Opa dan Oma-nya saat usia 9 - 12 bulan, sering diajak berkomunikasi verbal. Jika ada pertanyaan kapan usia terbaik untuk mengajarkan anak berbicara. Menurut saya sejak sang anak lahir orang tua harus aktif berkomunikasi dengan sang anak. Walaupun secara usia sang anak belum merespon, tapi dari bayi mereka dapat mendengar, merekam apa yang dilihat dan didengar. Sehingga ketika usia-nya menginjak 1,5 - 2 tahun ke atas. Kata-kata yang sudah pernah sang anak dengar, mulai keluar dengan sendirinya. ~Happy Parenting~

Tuesday, January 04, 2011

Kuantitas vs Kualitas

Best Blogger Tips


Saya seorang Ibu yang juga seorang pekerja kantoran. Mengingat tempat tinggal dan lokasi kantor cukup jauh, lebih dari setengah hari waktu saya di luar rumah. Setibanya di rumah, sesegera mungkin saya membersihkan diri dan menyempatkan makan malam. Mengingat hanya sedikit waktu lagi yang tersisa untuk Rafael (anak laki-laki saya yang saat ini berusia 2.5 tahun). Apabila terlambat sedikit, saya akan kehilangan kesempatan itu karena Rafael sudah terlelap. Saya sempat berpikir jika kualitas pertemuan adalah yang paling penting jika dibandingkan dengan kuantitas. Sehingga dengan menemani Raf seharian pada saat weekend, bisa cukup menggatikan waktu yang sudah hilang ketika saya tidak di rumah. Tapi ternyata hal tersebut tidak serta merta membuat hubungan sata dengan Raf lebih dekat. Sekarang setiap ada kesempatan sekecil apapun dengan Rafael, saya usahakan untuk dimaksimalkan. Meskipun setibanya di rumah fisik sudah lelah, saya tetap semangat untuk menikmati kebersamaan dengan Rafael. Apalagi disambut dengan wajah Rafael yang sumringah dan 1/2 berteriak "Hai Mama, sudah pulang ya?" Lelah langsung hilang.. Memang tidak banyak aktifitas yang dilakukan, mengingat sudah mendekati waktunya Rafael untuk tidur. Tetapi aktifitas bersama seperti membacakan buku atau berdoa bersama sebelum tidur akan sangat berarti untuk saya dan anak. Ternyata kuantitas tetap yang terpenting untuk keluarga. Dengan hubungan/ikatan yang terbentuk dari seringnya bertemu, komunikasi saya dan anak lebih terbuka... Rafael tidak lagi melihat saya sebagai figur seorang Mama yang hanya menemani setiap weekend...tapi jauh lebih berarti dari pada itu. Dan saya sangat sadar bahwa waktu orang tua khususnya seorang Ibu untuk anak memang mutlak adanya. ~ Love you so much Raf ~

Monday, January 03, 2011

New Year - New Spirit

Best Blogger Tips
Selamat Tinggal 2010, Selamat Datang 2011...
Semoga Tahun yang baru ini, membawa kita semua ke kehidupan yang lebih baik lagi. Amin.