Saturday, February 16, 2013

Coklat Valentine dari Rafael

Best Blogger Tips
Beberapa hari sebelum tanggal 14 February 2013 yang lalu sesuai pesan di buku penghubung Raf diharuskan membawa coklat. Saya pikir mungkin untuk berbagi coklat di sekolah bersama teman - teman. Tapi ternyata  coklat tersebut untuk diberikan ke orang tua dengan catatan kecil berisi tulisan tangan si kecil. Meskipun si kecil belum mengerti hari Valentine itu apa. Saya selalu senang menerima hasil karya si kecil. Lelah setelah menempuh macet "crazy friday" di jakarta tadi malam sirna ketika Rafael sudah menunggu di pintu dan bilang "I have something for you mama". ~ Love and respect your children parents ~


Friday, December 07, 2012

Ngidam Itu Ada Gak Sih?

Best Blogger Tips

Add caption


"Ngidam" istilah yang sangat populer selama masa kehamilan. Sebenernya kondisi yang dikatakan "Ngidam" itu apa sih? Sebagai seorang Ibu yang sudah melewati masa kehamilan saya mau share sedikit. Dulu di masa-masa awal kehamilan, rekan-rekan/sahabat saya yang sudah lebih dulu memilki anak sering menanyakan "ngidam-nya apa bu?" Karena pada saat itu saya tidak terlalu paham yang dimaksud kondisi "Ngidam" itu seperti apa , saya hanya merespon tidak ngidam apa-apa. Rekan-rekan saya yang lain bercerita ada yang ngidam soto mie bogor tengah malam, sup iga khas daerah tertentu dan cerita ngidam lainnya. Akhirnya pas lagi kontrol saya tanya ke Dr. Kandungan ngidam itu apa. Dokter menjelaskan pada saat kita hamil produksi hormon berlebih, sehingga membuat badan Ibu selama masa kehamilan merasa tidak nyaman dan terkadang memancing rasa mual. Nah rasa mual ini yang memancing ibu hamil untuk memakan makanan yang dirasa akan membantu mengurangi rasa mual. Oleh karena itu untuk kondisi tertentu Dokter Kandungan membantu dengan memberikan obat untuk mengurangi rasa mual yang berlebihan. Dari penjelasan ini saya berpikir semua ibu hamil akan mengalami hal yang sama, namun selera makanan yang tiap orang berbeda. Jadi kondisi ketika ibu hamil merasa tidak nyaman dan mual inilah yang menurut beberapa orang disebut "Ngidam". Atau sebenarnya "Ngidam" itu tidak ada :) Kalau saya dulu memilih untuk minum teh manis panas untuk mengurangi rasa mual dan selalu standby jagung rebus sebagai cemilan. Berhubung selama hamil porsi makan harus lebih dari biasa-nya, saya usahakan jangan sampai lambung sudah protes baru cari cemilan. Apalagi selama masa kehamilan saya dan suami masih long distance (tinggal di kota yang berbeda). Boro-boro mau "Ngidam" minta beli ini itu ke suami. Kontrol ke Dokter Kandungan saja tidak selalu bisa ditemani :) So ibu-ibu atau calon ibu yang sedang menjalani kehamilan secara medis dasar-nya sudah jelas kenapa ibu hamil itu mual dan cenderung cari makanan yang "seger" (baca: pedas, asem, panas...etc.). Daripada ngerepotin suami beli makanan yang unik tengah malem/subuh. Mending kita nikmati kebersamaan dengan suami di rumah dengan si calon bayi. Yang penting pola makan yang sehat, jaga hati dan pikiran yang positif karena apa yang kita konsumsi, kita pikirkan selama kehamilan. Berperan besar dalam pembentukan si calon baby. ~ Enjoy your pregnancy Moms

Saturday, November 10, 2012

Raf Sudah TK

Best Blogger Tips
Raf dengan seragam TK-nya


Sesuai dengan judulnya, yup Rafael sekarang sudah TK, tepatnya TK-A. Tidak hanya Raf yang semangat tetapi saya dan suami sebagai orang tua juga semangat. Apalagi hari pertama sekolah saya dan suami bisa mengantar karena kebetulan saya sedang libur. Senang, penasaran dan sedikit grogi perasaan yang campur aduk. Senang, karena bersyukur kakak Raf sudah bisa masuk TK bisa bersosialisasi secara rutin. Penasaran, karena ingin melihat reaksi Raf berada di satu ruangan bersama teman dan gurunya tanpa didampingi saya atau suami. Grogi, karena baru kali ini saya harus "meninggalkan" Rafael dengan pengawasan sepenuhnya dari sekolah. Ketika masuk ruangan kelas, Raf meminta saya untuk tinggal di dalam kelas. Awalnya saya kira akan menemani 3 jam penuh, namun setelah Raf diminta ke depan kelas oleh guru untuk memperkenalkan diri. Setelah kurang lebih 10 menit, saya bisa meninggalkan kelas. Kebetulan jarak antara sekolah dan rumah sangat dekat, bisa ditempuh dengan berjalan kaki -+ 15 menit. Jadi saya memutuskan untuk sekalian pulang dan selama di rumah malah saya yang sedikit-sedikit lihat jam (grogi). Sampai akhirnya tiba waktunya Raf pulang ke rumah perasaan saya lega (begini toh rasanya). Yang membuat saya lebih lega lagi karena Raf pulang dengan perasaan senang. Dengan semangat Raf bilang "besok kakak sekolah lagi ya Ma?!" *peluk*. Selain perasaan yang sudah saya ceritakan di atas tugas saya dan suami sebagai orang tua naik ke tingkat yang lebih lagi. Dimana saya dan suami tidak hanya memberi motivasi Raf untuk dapat menikmati waktu di sekolah, tapi juga belajar untuk melakukan tanggung jawab seperti mengerjakan PR dari sekolah. Disiplin untuk tidur lebih awal supaya tidak terlambat bangun di pagi hari dan perubahan-perubahan lain seiring aktifitas barunya (sekolah). Khususnya untuk mengerjakan PR, meskipun saya dan suami bekerja dan hanya punya waktu -+ 1 jam sebelum Raf tidur (karena lokasi kerja yang jauh). Saya dan suami tetap berusaha untuk mendampingi Raf untuk mengerjakan PR, meskipun terkadang kasian juga Raf harus menunggu sampai saya dan suami tiba di rumah (-+ jam 9 malam). Dengan aktifitas baru ini kami semua saya, suami dan Raf bertambah ilmu-nya. Ilmu dalam hal peran sebagai orang tua (saya dan suami). Dan Rafael yang memasuki fase berikutnya memasuki masa-masa TK. ~ Happy Parenting~